TIK Belum dioptimalkan untuk Pendidikan


Teknologi Komunikasi Informasi Belum Dioptimalkan untuk Pendidikan

KOMPAS/Ester Lince Napitupulu UI Kukuhkan Dua Guru Besar

DEPOK, KOMPAS.com - Tingkat adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat tinggi, namun pemanfaatannya untuk hal yang produktif masih rendah. Padahal, penggunaan TIK dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Hal ini disampaikan Zainal A Hasibuan dalam pengukuhannya sebagai guru besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI) di Kampus UI Depok, Sabtu (21/4/2012). "Tingkat penetrasi dan adopsi TIK masyarakat Indonesia relatif tinggi. Tetapi hal ini tidak sejalan dengan manfaat yang diberikan TIK untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia," ujar Zainal.
Berdasarkan data Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI), jumlah pelanggan seluar di Indonesia tahun 2011 mencapai lebih dari 240 juta pelanggan, atau naik 60 juta pelanggan dari tahun 2010. Pengguna internet di Indonesia mencapai 55 juta orang pada tahun 2011. Sebanyak 50-80 persen pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak muda dari kelompok umur 15-30 tahun.
Sayangnya, sebagian besar penduduk Indonesia menggunakan TIK hanya sebagai alat konsumtif, ketimbang alat yang produktif. Demikian juga konten yang tersedia dalam TIK masih berasal dari luar Indonesia.
"Padahal di sisi lain, TIK mempunyai berbagai kapasitas yang canggih untuk dapat digunakan dalam proses pembelajaran," jelas Zainal.
Menurut Zainal, TIK dapat menyediakan fasilitas pembelajaran untuk siapa saja, kapan saja, di mana saja, dan bagaimana saja. Kapasitas TIK ini sangat berpotensi untuk dapat menjadi alternatif bagi pendidikan konvensional yang selama ini berlangsung.
Selain itu, TIK dapat memberikan fleksibelitas dalam proses belajar mengajar yang tidak mungkin bisa dilakukan pendidikan konvensional. "Salah satu inisiatif. Yang sekarang ini sedang terus berkembang adalah memberikan layanan berupa pendidikan terbuka berbasis TIK," papar Zainal.
Oleh karena itu, lanjut Zainal, peningkatan penetrasi TIK di Indonesia mesti dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas diri dan masyarakat. "Kalau kita tidak melakukannya, serbuan ilmu dari luar negeri bisa menenggelamkan jati diri bangsa kita," ujar Zainal.
Baca Selengkapnya

Digital Painting dengan Adobe Photoshop

Dengung kecanggihan software yang bernama Adobe Photoshop masih saja menggema di seluruh dunia. Digitalisasi telah menjamur secara multidimensi, tak terkecuali bidang seni lukis. Sebelum lahirnya Adobe Photoshop, kebanyakan orang masih beranggapan bahwa tidak mungkin dapat melukis atau membuat ilustrasi dengan komputer. Ternyata, anggapan itu lenyap seketika setelah muncul beberapa software yang mampu berperan sebagai kanvas digital.
Kita tahu, sampai saat ini sudah tak terhitung lagi berapa jumah software yang berkembang sebagai sarana pengolah gambar secara digital. Meski begitu, Adobe Photoshop masih memiliki ranking tertinggi sebagai satu-satunya software untuk keperluan wed design, photography, photo retouching, photo manipulating, graphic design, digital painting, dan masih banyak lagi keperluan lain yang mengandalkan program yang terkenal cerdas tersebut dan handal itu.
Jika Anda memiliki jiwa seni terutama seni lukis, saya anjurkan untuk belajar lebih mendalam menggunakan program seperti Adobe Photoshop. Atau Anda yang bergerak di bidang animasi, Adobe Photoshop mampu menghasilkan gambar sebagai latar belakang (background) animasi. Anda yang bergerak di bidang ilustrasi (Illustrator) juga bisa menggunakan Adobe Photoshop sebagai kanvas manual untuk menciptakan karya seni lukis Anda.
Proses pembuatannya sangat mudah dan efisien. Hanya dengan menggoreskan pensil di atas kertas putih, kemudian di-scan dan disimpan ke dalam komputer, maka selanjutnya dapat diproses dengan Adobe Photoshop secara canggih dan cepat. Anda juga bisa langsung menggambar dalam Photoshop.
Anda jangan memikirkan jumlah kanvas, jumlah kuas, jumlah warna, atau hal-hal lain karena Adobe Photoshop sudah menyiapkan semuanya. Studio lukis terlengkap hanya ada pada Adobe Photoshop. Untuk menggunakan fasilitas digital painting, Anda bisa menggunakan Adobe Photoshop versi sampai 7-10 atau untuk versi terbaru nanti.
Membuat Sketsa
  1. Melukis digital tidak serumit yang Anda bayangkan, justeru dengan adanya komputer pekerjaan kita akan semakin mudah dan efisien. Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah membuat sketsa dasar pada kertas putih, lalu buatlah gambar sesuai yang ada dalam pikiran Anda. Selanjutnya di-scan dan disimpan ke dalam hardisk komputer Anda.
    Sketsa
  2. Setelah terbuka, Anda tinggal memberi warna pada gambar tersebut. Sebelum memberikan warna pada objek tersebut perlu diketahui bahwa gambar tersebut masih menggunakan mode Grayscale 8 bits/channel. Anda harus ubah menjadi RGB, caranya pilih Image > Mode > RGB Color.
  3. Klik ikon Set Foreground color untuk memilih warna. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode #FBBA56 dalam kotak isian jika Anda mengikuti petunjuk dalam buku ini. Perlu Anda ketahui, bahwa mungkin saja warna yang Anda pilih tidak sama dengan yang diberikan oleh buku ini. Perbedaan tersebut ada beberapa aspek, salah satunya adalah kemampuan membaca monitor yang berbeda-beda dikarenakan resolusi yang rendah atau perbedaan merek monitor itu sendiri.

Mewarnai Objek

  1. Buatlah layer baru dengan nama “Paruh”, dengan cara mengklik ikon New Layer di bagian bawah palet Layers. Aktifkan tool Brush, lalu goreskan pada layer Paruh untuk memberikan warna pada paruh burung tersebut. Anda dapat mengkombinasikan ukuran brush sesuai keperluan.
  2. Agar gambar sketsa tidak tertutup oleh warna yang kita goreskan pada layer Paruh, ubahlah blending mode menjadi Multiple.
  3. Selanjutnya, membuat bulu di bagian kepala dan leher. Warna bulu kepala dan leher burung elang biasanya putih. Oleh karena warna dasar (background) juga berwarna putih, kita sulit melihat hasilnya. Untuk itu Anda harus memberikan warna lain untuk latar belakang. Aktifkan layer Background, klik ikon New Layer dan beri nama “Latar”, kemudian beri warna yang gelap (saya menggunakan warna #0081C6).
  4. Kemudian klik ikon set Foreground and Background untuk memilih warna baru. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode #221E1F pada kode warna. Aktifkan tool Brush, pilihlah jenis brush yang memiliki tipe hard. Lalu aturlah ukurannya sesuai keperluan. Sapukan pada bagian bawah leher hingga badan secara perlahan-lahan. Untuk memilih ukuran dan tipe brush secara cepat, klik tombol mouse kanan lalu pilihlah salah satu tipe brush dan seret slider di bagian atas untuk mengubah ukuran brush. Anda dapat mengkombinasikan tingkat kepeketan (opacity) maupun mencampur dengan warna yang lebih muda.
  5. Langkah selanjutnya membuat mata. Pertama kali, Anda harus menampilkan sketsa burung tersebut terutama bagian mata. Perkecil tingkat kepekatan (opacity) dengan cara menggeser slider ke kiri. Setelah sketsa muncul, Anda tinggal membuat mata dengan brush yang sudah dipilih. Sebaiknya Anda menggunakan ukuran brush yang berbeda sesuai dengan bagian yang lebih detail. Dan gunakan warna hitam yang lembut (tidak pekat) atau mengkombinasikan warna hitam dengan kepekatan yang berbeda. Ini sangat penting agar menghasilkan sebuah lukisan yang benar-benar nyata, mirip bentuk dan detail asli objek tersebut. Anda juga dapat membuat mata tanpa menggunakan tool Brush, yaitu dengan memanfaatkan tool Burn. Pada menu option di bagian atas, aturlah Range=Highlight. Kemudian atur juga ukuran brush untuk mengarsirnya. Gunakan brush yang lembut dan kurangi tingkat kepekatannya (opacity).

Membuat Detail Objek

  1. Warna yang telah Anda gunakan untuk bagian-bagian tertentu masih sebagai warna dasar, sehingga belum nampak sebuah lukisan yang bermutu. Tugas Anda berikutnya adalah mengarsir gambar tersebut agar nampak seperti aslinya. Dalam Adobe Photoshop, Anda tidak perlu menambahkan warna untuk membuat detail gambar namun cukup menggunakan tool Dodge dan tool Burn. Fungsi tool Dodge adalah untuk membuat bagian yang diarsir lebih terang dari warna sebelumnya, sedangkan tool Burn kebalikannya. Pertama kali, ubahlah blending mode seluruh layer menjadi Normal. Kemudian aktifkan layer Paruh. Aktifkan tool Dodge dan aturlah ukuran brush=75 px, Range=Shadow, Exposure=30%. Ketika membuat detail pada paruh mungkin Anda merasa kesulitan karena gambar sketsa yang berfungsi sebagai panduan tidak nampak. Untuk itu Anda perlu menampilkannya dengan cara mengurangi tingkat kepekatan (opacity) layer tersebut menjadi 90%. Mulailah mengarsir pada bagian yang ingin dibuat lebih terang. Gunakan pula tool Burn untuk membuat bagian yang diarsir lebih gelap. Ketika Anda menggunakan tool Burn, pada menu option ubahlah Range= Highlight, Exposure=10%. Semakin Anda mengarsir pada tempat yang sama maka warnanya semakin gelap. Begitu pula ketika Anda menggunakan tool Dodge, maka akan semakin terang bagian yang diarsir secara terus menerus.
  2. Agar hasilnya lebih maksimal, Anda dapat memanfaatkan filter Noise dan Gaussian Blur. Pertama kali, tekan tombol Ctrl pada keyboard sambil mengklik layer paruh secara bersama-sama untuk membuat seleksi. Kemudian pilih menu Filter > Noise Add Noise, masukkan angka 9% pada kotak Amount lalu pilih Uniform pada opsi Distribution. Selanjutnya, pilih menu Filter > Blur > Gaussian Blur, masukkan angka 2 pixels. Tentu saja Anda dapat mengganti nilai-nilai tersebut sesuai keperluan agar nampak lebih realistis.
  3. Langkah berikutnya adalah membuat detail mata elang. Sama seperti saat ketika membuat detail paruh, Anda juga dapat memanfaatkan tool Dodge dan tool Burn untuk membuat bagian-bagian yang lebih detail atau menggunakan tool Brush.
    Aktifkan layer Bulu, arsirlah bagian bola mata menggunakan tool Burn kemudian beri warna bola mata dengan warna #A99676 menggunakan tool Brush, dan jangan lupa membuat titik hitam pada bola mata menggunakan brush dengan tipe hard, lalu aturlah besarnya brush 42 pixels. Seleksi bola mata yang selain hitam menggunakan tool Magic Wand, klik pada area tersebut untuk membuat seleksi. Kemudian pilih menu Filter > Noise > Add Noise, masukkan angka 22% pada kotak Amount dan pilih Uniform untuk opsi Distribution. Pilih menu Filter > Blur > Gaussian Blur, masukkan angka 1.5 pixels pada kotak isian.
  4. Untuk mempertegas tampilan mata yang tajam, beri arsiran pada tepi mata tersebut. Aktifkan tool Burn, aturlah Exposure=10%, Range=Highlight, dan size=7 pixels atau sesuai kebutuhan. Anda dapat pula menggunakan brush tipe=Spatter 24 pixels agar hasilnya lebih maksimal.
  5. Langkah berikutnya membuat arsiran di bagian pelipis (antar mata dan paruh). Pertama kali, buatlah layer baru dengan nama Pelipis. Aktifkan tool Lasso dan buatlah seleksi membetuk bagian pelipis. Tujuan pembuatan seleksi ini adalah untuk melindungi layer lain agar tidak tertutup oleh warna yang nanti akan kita buat.
    Tentukan warna Foregound=#A19558 dan Background=#794C5E. Pilih menu Filter > Render > Clouds, lalu pilih menu Filter > Noise > Add Noise, masukkan angka 45% pada kotak Amount dan pilih Uniform untuk opsi Distribution. Selanjutnya pilih menu Filter > Blur > Gaussian Blur, masukkan angka 2 pixels.
Membuat Bulu
  1. Dalam teknik pembuatan bulu jika belum terbiasa dan belum tahu rahasianya tentu akan merasa kesulitan. Tak perlu khawatir, di sini kita akan mencoba mempraktekkannya. Pertama kali aktifkan layer Bulu, tekan Ctrl sambil mengklik layer tersebut secara bersama-sama untuk membuat seleksi. Aktifkan tool Brush, lalu arsirlah menggunakan warna #F8FACB. Kurangi tingkat kepekatannya hingga 10%. Lakukan secara acak agar menghasilkan warna yang maksimal. Kita akan mencoba membuat bentuk bulu sederhana namun akan berdampak luar biasa. Aktfikan tool Brush dan pilih tipe Spatter 24 px, lalu aktifkan tool Smudge. Pada menu option, aturlah Mode=Normal, Strength=45%. Mulailah mengarsir pada tepi bulu tersebut secara acak. Untuk bagian bawah, arsirlah sambil membentuk sebuah bulu.
  2. Untuk mempertegas bentuk bulu, Anda perlu membuatnya secara acak dan warna yang tipis. Aktifkan tool brush, aturlah ukurannya hingga 10 pixels. Aturlah warnanya menggunakan #6B655D, kurangi kepekatannya hingga 10%.
    Perlu diketahui, warna yang saya lihat pada monitor tentu berbeda dengan warna yang dihasilkan oleh monitor Anda. Untuk itu, Anda bisa mencari warna lain jika kurang puas atau tidak setuju dengan yang diberikan buku ini.
    Dan ketika Anda mencetak pada printer, mungkin ada sedikit perbedaan karena kemampuan masing-masing komputer dalam menterjemahkan warna dari komputer berbeda-beda.
Di bawah ini terdapat beberapa contoh gambar yang dibuat menggunakan Adobe Photoshop. Teknik pembuatan gambar tersebut telah diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo 2 tahun lalu berjudul: Special Project Melukis Digital dengan Adobe Photoshop.


Related posts:
Baca Selengkapnya

Nonton DPR

Minggu, 01/04/2012 18:55 WIB | Arsip | Cetak
Nuansa kehidupan rumah tangga kadang tidak selalu tertuju pada suami, isteri, atau anak-anak. Kadang, kehadiran sosok lain di luar itu pun bisa membuat keluarga berwarna agak lain.
Itulah yang kini dialami keluarga Bu Sari. Ibu tiga anak ini kini tidak lagi sekadar direpotkan oleh melayani suami dan anak-anak, tapi juga ibu kandungnya. Setelah ayah Bu Sari meninggal dunia, tak ada lagi tempat berlabuh bagi ibu dari Bu Sari kecuali rumah tangga Bu Sari sendiri.
Bagi Bu Sari, dinamika hidup tak ubahnya seperti pergantian peran. Dari yang dulunya dilayani, kini berganti menjadi melayani. Dulunya ia yang dilayani sang ibu, kini, Bu Sarilah yang harus melayani sang ibu.
Cuma bedanya, kalau dulu Bu Sari dilayani ketika fisik dan jiwanya memang masih kanak-kanak. Tapi kini, jiwa ibu dari Bu Sarilah yang seolah kembali seperti anak-anak.
Dan pilihan kenapa harus Bu Sari yang melayani sang ibu dan bukan ke kakak-kakak Bu Sari, murni, karena keinginan sang ibu. Walaupun, dari segi kelayakan dan kenyamanan tempat tinggal, rumah Bu Sari tergolong yang biasa-biasa saja dibanding rumah kakak-kakaknya.
Satu hal yang begitu dominan dari hobi ibu Bu Sari boleh dibilang unik dan lain dari yang lain. Bukan membuat karya anyaman, bukan juga kreasi jahit menjahit, bukan pula ngerumpi ke tetangga; tapi begitu tergila-gila dengan drama.
Bagi Bu Sari dan suami, kecenderungan ini bisa dianggap wajar. Karena mereka paham kalau itu merupakan dunia yang begitu akrab dengan sang ibu ketika muda dulu. Sang ibu memang sudah begitu lama mondar-mandir ke sanggar-sanggar drama. Dan itu, tidak lagi berlanjut ketika ibu Bu Sari punya momongan yang secara beruntun hadir tiap dua tahun sekali.
“Ah payah, pemainnya kurang berkarakter!” ucap sang ibu sambil pandangannya ke arah tayangan sinetron.
Kalau sudah begitu, anak-anak paham betul untuk tidak berdekat-dekat dengan neneknya. Karena sang nenek yang biasanya lucu dengan begitu banyak canda, akan berubah menjadi pemarah.
Kadang, keluarga Bu Sari harus terkejut bersama ketika di malam yang senyap, tiba-tiba sang ibu bersuara keras. Dan mereka pun akhirnya memaklumi, karena sang ibu bukan lagi mengigau atau marah tanpa sebab. Tapi, sedang berlatih untuk memerankan tokoh tertentu.
Dalam keseharian, hobi sang ibu sebenarnya sangat disukai anak-anak Bu Sari. Dengan kemampuannya memerankan tokoh tertentu, sang nenek begitu menjiwai berperan sebagai tokoh tertentu dalam cerita dongeng. Anak-anak bisa merasakan ketegangan yang diekspresikan sang nenek, dan bisa juga tertawa geli ketika sang nenek mengekspresikan kelucuan.
Itulah sebabnya, anak-anak Bu Sari lebih suka ‘menonton’ akting neneknya daripada menyaksikan tayangan televisi.
Isu tarik ulur kenaikan harga BBM akhir-akihr ini, ternyata ikut dirasakan keluarga Bu Sari. Selain harga-harga sembako yang tidak stabil di pasar, maraknya demo di jalan raya pun kerap mengkhawatirkan Bu Sari.
Bu Sari dan suami terus mengawasi perkembangan isu tersebut melalui berita-berita di televisi. “Masya Allah, memprihatinkan sekali ya, Mas!” ucap Bu Sari kepada suaminya yang disambut anggukan sang suami.
Di suatu malam, sayup-sayup terdengar di telinga Bu Sari seperti suara tayangan televisi. Dan ia pun langsung terbangun. Pasalnya, saat itu malam sudah hampir berganti pagi: jam dua dini hari, sementara suami Bu Sari sedang asyik tidur. “Siapa yang malam-malam begini nonton tivi?” bisik batin Bu Sari.
Dengan penuh tanda tanya, Bu Sari keluar kamar untuk melihat keadaan ruangan di mana pesawat televisi berada. Dan ia pun terkejut karena sang ibu begitu asyik menatap televisi.
Yang membuat Bu Sari terkejut bukan karena sang ibu menonton tivi. Tapi, selain karena larut malam yang hampir tidak pernah dilakukan ibunya hanya untuk sekadar nonton tivi, acara yang ditonton pun tergolong sesuatu yang nyaris tidak pernah ditonton ibunya.
“Bu, sejak kapan ibu senang dengan acara politik?” ucap Bu Sari kepada ibunya dengan nada lembut. Ia khawatir kalau ibu sudah beralih kepada hobi politik. Wah, bisa berabe.
“Sari, ini acara luar biasa. Bagus banget!” ucap sang ibu dengan penuh ekspresi serius.
“Tapi Bu, itu kan sidang paripurna DPR. Kok tumben ibu tertarik sama politik?” suara Bu Sari kemudian.
“Jangan lihat temanya. Tapi perhatikan peran-peran yang mereka mainkan. Wah, luar biasa. Mereka begitu berkarakter. Belum pernah aku melihat drama sehebat ini, anakku!” ungkap sang ibu sambil pandangannya tetap ke arah tayangan televisi. (muhammadnuh@eramuslim.com)
Baca Selengkapnya

Teknologi Terbaru 2012 : Meja Masa Depan

Teknologi Terbaru 2012 : Meja Masa Depan | Update Informasi Teknologi Terbaru, Gadget Terbaru, Berita Teknologi Terbaru - Sobat mungkin sudah sering melihat video maupun film yang menampilkan kecanggihan teknologi terbaru untuk masa depan. Tapi apa jadinya jika hal tersebut menjadi nyata dan bisa sobat miliki? Saat ini mungkin fungsi meja bagi sobat hanya sebagai peralatan rumah tangga untuk meletakkan peralatan tulis menulis atau sekedar pengisi interior ruangan. Pada awal tahun 2011, beredar kabar munculnya teknologi tv hologram. Tapi baru-baru ini, dipenghujung tahun 2011, Microsoft membuat sebuah terobosan dengan teknologi yang diberi nama Microsoft Surface, dimana sebuah kombinasi antara meja, komputer, kamera, serta touch sensivity berukuran sebesar yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi untuk berbagai aktivitas.
Pada meja besar yang menggunakan LCD touch screen 40 inci, Microsoft menempatkan sebuah smartphone pada layar, seketika Microsoft Surface akan mengenali perangkat tersebut dan menampilkan informasi mengenai perangkat serta memungkinkan untuk memilih model yang berbeda. Kabarnya, Microsoft telah mengkonfirmasi harga terbaru untuk meja masa depan yang akan mereka rilis pada tahun 2012 nanti di pasar Amerika sebesar $8.900.

Teknologi Terbaru 2012 : Meja Masa Depan Microsoft Surface dan EXOdesk

Seperti halnya Microsoft Surface, teknologi terbaru untuk masa depan lainnya, sebuah meja interaktif, EXOdesk, memungkinkan sobat untuk melakukan semua aktivitas pada virtual space. EXOdesk sebenarnya merupakan sebuah tabletop computer yang menawarkan layar high definition 40 inci, di mana kita bisa memanipulasi virtual object dengan menyentuh dan dragging. EXOdesk akan dirilis pada tahun 2012 mendatang dengan harga $1,299.

Baca Selengkapnya

Analisis UN 2011

ANALISIS  KRITIS ATURAN BARU UJIAN NASIONAL (UN)  2011
Oleh: Sunarto (Pengawas SMP/SMA Kab. Boyolali)


 Aturan baru UN 2011 secara umum   memberikan angin segar bagi sekolah-sekolah, namun ternyata beberapa siswa mengatakan "Aturan itu membuat kami bingung dan stress"
(Media Indonesia, 11 Maret 2011).     

Ada apa sebenarnya dengan aturan baru UN 2011?
Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan formula baru UN 2011 melalui Permendiknas Nomor 45 Tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK Tahun Pelajaran 2010/2011. Pedoman pelaksanannya telah diatur dengan Permendiknas Nomor 46 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional pada SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK Tahun Pelajaran 2010/2011; dan operasional standarnya diatur pada Peraturan BSNP Nomor: 0148/SK-POS/BSNP/I/2011  tentang Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional pada SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK Tahun Pelajaran 2010/2011.
Analisa komparatif antara ketiga dasar regulasi UN 2011 dengan regulasi UN 2010 dapat dikemukakan sebagai berikut:

Perbedaan Pokok UN 2010 dan UN 2011

NO

KOMPONEN
PERBEDAAN
UN 2010
UN 2011
1
Formula Kelulusan
Mapel UN
Mapel US/M

Nilai UN 100%
Nilai US/M 100%

NA= 60% Nilai UN+40% Nilai S/M
Nilai S/M = 40% Rata- rata Raport +  
                  60% Nilai US/M
2
Pengawas Ruang Ujian SMA/SMK
Ditetapkan oleh Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag Kab/Kota
Ditetapkan oleh Perguruan Tinggi dan Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag Kab/Kota
3
Soal Ujian
Dua paket terpola
Lima paket acak
4
Pelaksanaan UN
UN Utama/UN Susulan, dan UN Ulangan (2x)
UN Utama/UN Susulan (1x)
5
Pemantau UN SMA/K
Tim Pemantau Independen
Pengawas Satuan Pendidikan
6
Jumlah siswa 2 ruang terakhir
Contoh: Jumlah siswa 21 siswa dibagi menjadi 10 siswa dan 11 siswa
Contoh: Jumlah siswa 21 siswa dibagi menjadi 20 siswa dan 1 siswa

Analisis  Kritis UN 2011
Penerapan sebuah sistem, kebijakan, dan formula baru sudah barang tentu akan memiliki ekspektasi dan dampak  yang baru. Walaupun sistem  baru ini sudah diputuskan berdasarkan analisis hasil evaluasi, kritik, saran dan masukan dari berbagai pihak, namun ekspektasi positif dan dampak negatif akan senantiasa mengikuti perjalanan sebuah sistem baru tersebut. Semangat mengkritisi sebuah sistem atau kebijakan baru semata-mata berorientasi pada upaya bersama agar diperoleh sistem pelayanan publik yang lebih memberikan kepuasan kepada masyarakat.     
Mencermati perbedaan UN 2011 dengan UN 2010 dapat disampaikan analisis kritis terhadap penyelenggaraan UN 2011 sebagai berikut:

Ekspektasi Positif UN 2011
Formula baru kelulusan UN/US 2011 yang memunculkan beberapa aturan baru yakni: ikut dipertimbangkannya  Nilai Sekolah (NS)  dalam penentuan kelulusan siswa, pola lima paket soal, pelaksanaan UN sekali (tanpa UN ulang), dan pola pengisian 2 (dua) ruangan terakhir memiliki harapan  positif . Seperti yang  disampaikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh "Kalau sebelumnya hanya dua jenis soal setiap mata ujian, tahun ini setiap kelas ada lima jenis soal untuk mata pelajaran yang sama untuk lebih meminimalkan kecurangan siswa agar tidak saling menyontek," (Kompas.com 6 Maret 2011).
Harapan-harapan positif yang diprediksi cukup kuat muncul di lapangan adalah sebagai berikut:
1.                  Semangat MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) akan lebih bergairah. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan J. Drost, SJ (2005:xxi)"...manajemen berbasis kelas, dimana setiap sekolah diberi kebebasan untuk mengembangkan dirinya, menjadi penting diperhatikan". Bentuk penghargaan dan pengakuan atas jerih payah sekolah diakui dan dihargai sebagai salah  satu  penentu kelulusan siswa merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap dinamika MBS. Kreativitas sekolah untuk mengembangkan sekolah dengan berbagai variasi kegiatan pembelajaran dan pemenuhan sarana aktivitas akan semakin termotivasi. Sekolah akan merasakan bahwa upaya  dinamisasi MBS selama tiga tahun akan  berbuah pada kepuasan  memberikan konstribusi  yang lebih besar  terhadap mutu output sekolah,  
2. Pembelajaran   lebih "holistic"
 Nilai UN yang selama ini lebih merepresentasikan tingkat keberhasilan pembelajaran pada domain kognitif akan berpadu dengan NS yang merepresentasikan pada keberhasilan pembelajaran komposisi domain kognitif, afektif dan psikomotorik.  Kegiatan pembelajaran akan lebih bergairah dan bersemangat karena hasil penilaian pembelajaran tiap semester akan memiliki dampak secara langsung terhadap kelulusan siswa.  Artinya guru dan siswa akan termotivasi untuk "menabung nilai" untuk kelulusannya  kelak.  Formula baru UN 2011 akan memacu semangat dan gairah guru untuk melaksanakan  pembelajaran holistik  yang lebih adil, lebih mendalam, dan lebih komprehensif. Dari kacamata pendidikan holistik, terobosan yang dilakukan Mendiknas memang layak diapresiasi. Setidaknya, kompetensi peserta didik selama mengikuti proses pendidikan di tingkat satuan pendidikan bisa terpotret lebih utuh (Edukasi, 14 Januari 2011).
2.                  Penilaian Berbasis Kelas  lebih berkembang,
Guru akan termotivasi mengembangkan dan menerapkan bentuk-bentuk penilaian yang lebih variatif dan inovatif.  Penilaian Berbasis Kelas mengukur pencapaian  hasil pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) baik di kelas maupun di luar kelas. Berdasarkan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Pembelajaran disebutkan bahwa pada kegiatan inti pembelajaran harus mencakup tahapan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Bentuk penilaian dalam standar proses dapat menggunakan berbagai macam teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai,..meliputi: (1) tes tulis (paper and pencil test), (2) unjuk kerja (performance), (3) hasil kerja (product), (4) portofolio (portfolio) (5) kuis, (6) observasi (http://www.puskur.net/index. php?menu=profile&pro=1127iduser=5 Motivasi guru untuk melakukan kegiatan-kegiatan penilaian yang  variatif akan muncul dengan sendirinya sebagai konsekuensi positif atas pengakuan hasil penilaian yang dilakukan guru pada Nilai Sekolah (NS).
3.                  Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)  lebih realistis. Perumusan KKM oleh guru mulai dari kelas 7 (tujuh) sampai kelas 12 (duabelas) harus dihitung secara sungguh-sungguh melalui analisis mendalam terhadap SK dan KD yang berkaitan dengan intake siswa, kompleksitas materi, dan daya dukung. KKM dengan angka nominal yang terlalu tinggi di satu sisi memiliki keuntungan  target pencapaian hasil nilai UN relatif lebih ringan, namun di sisi lain beban kerja untuk mencapai KKM yang tinggi tersebut sangat berat. Terutama bagi sekolah dengan intake siswa  relatif rendah. Sebaliknya, jika KKM rendah beban kerja guru relatif ringan tetapi tantangan kelulusan siswa akan menjadi lebih berat karena pencapaian nilai UN harus tinggi. Guru harus benar-benar relistis dalam merumuskan KKM mapelnya agar tidak menjadi beban yang memberatkan dalam proses pembelajaran dan penilaian untuk kelulusan siswa.
4.                  Hasil nilai UN  memiliki validitas  lebih tinggi,
Perubahan dari  2 (dua) paket soal terpola  menjadi 5 (lima) paket soal teracak akan menekan kerjasama untuk mengerjakan soal antar siswa, menekan rekayasa pengaturan tempat duduk siswa, dan menekan estafet jawaban siswa. Kondisi ini akan memaksa siswa untuk lebih bersungguh-sungguh menyiapkan diri menghadapi UN dengan kekuatan sendiri, karena peluang untuk menggantungkan jawaban pada siswa  lain akan semakin kecil.
5. Totalitas kesungguhan menghadapi UN  semakin tinggi.
Motivasi kesungguhan ini secara  naluriah akan muncul karena kesempatan untuk lulus ujian hanya diberikan satu kali. Pelaksanaan UN Utama/UN Susulan yang dilaksanakan satu kali memiliki konsekuensi logis satu pilihan dari dua pilihan dalam satu kesempatan . Jika tidak ingin rugi waktu, rugi beaya, rugi mental, pilihannya hanya satu yakni  "Totalitas UN".
5.                  Peluang kecurangan dalam ruangan ujian  berkurang.
Hal ini  didukung dengan rencana penerapan pola pengisian 2 (dua) ruangan  terakhir dengan jumlah soal dalam amplop sama persis dengan jumlah siswa pada setiap ruangan. Ruangan sebelum ruangan  terakhir diisi penuh 20 siswa dan siswa selebihnya ditempatkan di ruangan terakhir. Pola ini mengkondisikan setiap ruangan tidak ada kelebihan soal sehingga tidak dapat merangsang guru untuk mengerjakan soal dan  berpeluang terjadinya kecurangan dengan cara memberikan jawaban kepada siswa.

Celah-celah dan peluang negatif UN
Aturan  baru UN 2011 dengan ekspektasi positif tersebut diprediksikan masih memiliki  celah-celah negatif yang dimungkinkan akan muncul. Celah-celah tersebut antara lain:
1.                  Sekolah dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang sudah dirumuskan dengan angka  relatif rendah pada raport menjadi timbul kekawatiran  akan rendahnya tingkat kelulusan  siswa-siswinya.
Peluang untuk menyulap nilai raport diperkirakan tetap ada walaupun relatif kecil, karena nilai raport ini telah diumumkan dan sudah pasti akan berpengaruh terhadap kredibilitas sekolah. Penetapan formula UN yang berlaku surut   terhadap hasil penilaian tiga tahun yang lalu menimbulkan kegelisahan beberapa siswa yang kurang bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran di tingkat kelas sebelumnya, sehingga nilai raportnya "pas-pasan". Kondisi ini dirasakan oleh beberapa siswa di beberapa  SMA Negeri maupun Swasta di Bandung dan Kupang (Media Indonesia, 11 Maret 2011).
2.                  Penggelembungan nilai Ujian Sekolah.
Sekolah-sekolah yang "nakal", bisa jadi akan memanfaatkan celah ini untuk membantu siswa didiknya agar bisa lulus sesuai dengan formula yang telah ditentukan dengan cara menggelembunkan nilai Ujian Sekolah.
3.                  Pengacakkan 5 (lima) paket soal secara adil  perlu kejujuran dan cukup waktu.
 Pengacakan 5 (lima) paket soal secara adil minimal harus dilakukan seperti ketika kita "mengocok" hasil arisan. Proses pengacakan ini memerlukan kejujuran  dan cukup waktu dalam pelaksanaannya. Tidak boleh ada rekayasa dengan cara membentuk pola urutan apapun setiap mapel UN. Edaran sementara denah ruangan   dari Provinsi Jawa Tengah menunjukkan urutan yang terpola. Hal ini  dapat memacu timbulnya rencana-rencana pengaturan tempat duduk yang dapat merangsang kerjasama bernuansa "ketidajujuran"oleh pihak-pihak yang berkepentingan. 
4.                  Permendiknas dan POS UN  belum mengatur secara tegas tentang penghitungan nilai raport SMA dan nilai US.
Nilai raport  SMA terdiri atas 2  (dua) nilai kuantitatif yaitu nilai pengetahuan dan praktek serta 1 (satu) nilai kualitatif yakni nilai sikap. Nilai Ujian Sekolah terdiri atas  nilai ujian tertulis dan nilai ujian praktek. Pada Permendiknas dan POS UN 2011 belum diatur secara tegas tentang aturan nilai mana yang akan digunakan untuk kelulusan. Untuk nilai raport SMA, apakah nilai pengetahuan, nilai praktek, atau kedua-duanya?. Untuk nilai Ujian Sekolah, apakah nilai Ujian Teori, nilai Ujian Praktek, atau kedua-duanya.

Simpulan
Aturan baru UN 2011 secara umum lebih realistis, normatif, demokratis, dan prospektif terhadap sistem pendidikan yang dikembangkan saat ini, khususnya sistem Manajemen Berbasis Sekolah.
Ekspektasi aturan baru UN 2011 memberikan harapan baru yang lebih baik dibandingkan dengan aturan UN 2010
Celah dan peluang negatif dari aturan baru UN 2011 dapat diminimalisir dengan niat dan pelaksanaan UN yang lurus, jujur, dan bertanggungjawab oleh semua pihak dengan mengedepankan keadilan untuk semua  tanpa kecuali.

DAFTAR PUSTAKA

J.Drost,SJ, 2005, KBK sampai MBS, Jakarta, Penerbit Buku Kompas.
_____, 2010, Permendiknas No.45 Tahun 2010 tentang, Jakarta, Kementerian Pendidikan Nasional., Jakarta, Departeman Pendidikan Nasional.
_____, 2010, Permendiknas No.45 Tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK Tahun Pelajaran 2010/2011, Jakarta, Kementerian Pendidikan Nasional.
_____, 2010, Permendiknas No.46 Tahun 2010 Pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional pada SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK Tahun Pelajaran 2010/2011, Jakarta, Kementerian Pendidikan Nasional.
_____, 2010, Peraturan BSNP Nomor: 0148/SK-POS/BSNP/I/2011  tentang Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional, Jakarta, BSNP.
_____, 2011, Antara Yakin dan Galau Jelang UN, Jakarta, Media Indonesia
Baca Selengkapnya
Terdapat 6 peranan TIK dalam bidang pendidikan, antara lain :
1. TIK sebagai skill dan kompetensi
  • Penggunaan TIK harus proporsional maksudnya  TIK bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi sesuainya dengan porsinya masing-masing.
2. TIK sebagai infratruktur pembelajaran
  • Tersedianya bahan ajar dalam format digital
  • The network is the school
  • belajar dimana saja dan kapan saja
3. TIK sebagai sumber bahan belajar
  • Ilmu berkembang dengan cepat
  • Guru-guru hebat tersebar di seluruh penjuru dunia
  • Buku dan bahan ajar diperbaharui secara kontinyu
  • Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran
  • Tanpa teknologi, pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama
4. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran
  • Penyampaian pengetahuan mempertimbangkan konteks dunia nyata
  • Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar
  • Pelajar melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih luas dan mandiri
  • Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi mahasiswa dan guru
  • Rasio antara pengajar dan peserta didik sehingga menentukan proses pemberian fasilitas
5. TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran
  • Tiap individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti tiap harinya
  • Transaksi dan interaksi interaktif antar stakeholder memerlukan pengelolaan back office yang kuat
  • Kualitas layanan pada pengeekan administrasi ditingkatkan secara bertahap
  • Orang merupakan sumber daya yang bernilai
6. TIK sebagai sistem pendukung keputusan
  • Tiap individu memiliki karakter dan bakat masing-masing dalam pembelajaran
  • Guru meningkatkan kompetensinya pada berbagai bidang ilmu
  • Profil institusi  pendidikan diketahui oleh pemerintah.
sumber : kuliah kapita selekta pendidikan ilmu komputer bersama Dr. Wawan Setiawan, M.Kom
Baca Selengkapnya